Industry Report

Industri Semen di Indonesia 2023

Pertumbuhan pasar semen saat ini masih terbatas yang dipengaruhi oleh pembangunan sektor infrastruktur maupun sektor properti yang mengalami perlambatan pertumbuhan akibat penurunan daya beli dan kelebihan pasokan terutama untuk segmen apartemen menengah ke atas dan gedung perkantoran. Sebelumnya akibat terjadinya pandemi Covid 19 yang meluas sejak awal tahun 2020, menjadi kendala besar bagi industri semen. Dampak ekonomi dari pandemi tersebut mengakibatkan sejumlah proyek properti dan infrastruktur seperti bendungan, jalan tol, jaringan pipa air limbah kota tertunda.

Meskipun sata ini pemerintah telah menyatakn pandemi telah berakhir dan statusnya berubah sebagai endemi, namun hal ini belum sepenuhnya dapat meningkatkan kinerja berbagai sektor industri di dalam negeri termasuk industri semen.

Pada tahun 2022 lalu kapasitas terpasang industri semen nasional tercatat sebesar 119 juta ton melebihi permintaan semen domestik yang sebesar 63 ton, sehingga terdapat kelebihan sebesar 56 juta ton. Selain kelebihan kapasitas produksi, industri semen juga menghadapi beban dengan tingginya biaya energi, terutama batu bara, dan bahan bakar yang berpengaruh pada biaya produksi dan distribusi.

Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah pabrik semen di seluruh Indonesia telah meningkat dari 8 pabrik pada tahun 2013 menjadi 12 pabrik pada tahun 2013 menjadi 12 pabrik pada 2019. Hingga akhir tahun 2022 produsen semen telah bertambah lagi menjadi 14 pabrik dengan total kapasitas produksi menjadi 119,6 juta ton per tahun. Kapasitas produksi stagnan dibanding tahun 2021.



Odoo image and text block

Semen Indonesia

Produsen semen terbesar di Indonesia adalah perusahaan milik negara di bawah induk perusahaan PT Semen Indonesia yang memiliki total kapasitas produksi 56,5 juta ton per tahun pada 2022. Semula perusahaan ini bernama PT Semen Gresik yang berdiri sejak 1957. Dalam perkembangannya berubah nama menjadi PT Semen Indonesia yang resmi berperan sebagai Strategic Holding Company yang membawahi PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, PT Solusi Bangun Indonesia, PT Semen Andalas, PT Semen Baturaja dan PT Holcim Indonesia. Semen Indonesia Group juga mempunyai 1 pabrik semen di luar negeri yaitu Thang Long Cement di Vietnam.

Pada 2018 PT Krakatau Semen Indonesia yang merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel dan PT Semen Indonesia mulai memproduksi semen slag berkapasitas 700.000 ton per tahun. Pabrik baru ini menyerap investasi senilai Rp 451 miliar berlokasi di Cilegon, berdekatan dengan pabrik Krakatau Steel.


PT Semen Gresik

PT Semen Gresik (SG) memiliki 3 pabrik yang berlokasi di Tuban, Gresik, dan Rembang dengan kapasitas produksi 19 juta ton per tahun.  PT. SG memiliki dua pelabuhan khusus semen di Tuban dan Gresik, 1 unit pengantongan semen di Ciwandan, Banten dna 11 unit gudang penyangga yang tersebar di Jawa dan Bali.

Pada pertengahan 2019 lalu PT Semen Gresik Pabrik Rembang menambah kapasitas produksi dengan peresmian operasional PMPZ 5. Sebelumnya, PabrikRembang hanya memiliki 4 line (PMPZ 1--4) dengan kapasitas produksi maksimal 6.000 ton semen per hari. Seiring beroperasinya Line 5, maka kapasitas rilis produk menjadi 7.500 ton-8.000 ton semen per hari.

Total kapasitas produksi PT Semen Gresik pada tahun 2023 mencapai 10.500.000 ton/tahun klinker dan 19.000.000 ton semen per tahun.

Odoo text and image block
Odoo image and text block

PT Semen Padang

Pabrik Semen Padang (SP) berlokasi di Padang, Sumatra Barat sangat strategis untuk mendistribusikan semen di wilayah Sumatra, sehingga SP menjadi pemasok kebutuhan semen terbesar di wilayah Sumatra dan sebagian Jawa. SP juga telah melakukan ekspor ke negara Asia. Untuk mendukung pemasarannya, SP Mengoperasikan 6 unit pengantongan semen meliputi Padang, Medan, Banda Aceh, Batam, Jakarta dan Banten. SP juga memiliki 14 gudang penyangga serta memiliki pelabuhan khusus semen di Pelabuhan Teluk Bayur, Sumatra Barat dan di pelabuhan Ciwandan, Banten.

Kapasitas produksi PT Semen Padang pada tahun 2023 mencapai 5.610.000 ton klinker/tahun dan 8.900.00 ton semen per tahun.

PT Solusi Bangun Indonesia

 Awalnya bernama PT. Holcim Indonesia (HI) yang sebelumnya bernama PT Semen Cibinong. Holcim membeli sebanyak 77,33 persen saham PT Semen Cibinong pada tahun 2001. Perubahan nama PT Semen Cibinong dilakukan sejak 1 Januari 2006. Holcim adalah perusahaan dari Swiss yang merupakan pemain global dalam industri semen.

Pada 2014, PT Holcim Indonesia mulai mengoperasikan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur dengan kapasitas 1,7 juta ton semen per tahun.  Di akhir tahun 2015, Holcim mengakuisisi seluruh saham Lafarge Cement Indonesia (LCI) yang asetnya termasuk pabrik semen di Lhoknga, Aceh dengan kapasitas produksi 1,6 juta ton dan tambahan 0,2 juta ton dari pabrik penggilingan di Kuala Indah. Holcim juga mengoperasikan pabrik semen di Narogong dan Cilacap. Sedangkan terminal baru selesai dibangun pada tahun 2016 untuk menangani kiriman semen melalui laut.

Pada 2019 sebesar 80,64% saham PT Holcim Indonesia milik Holdervin diambil alih oleh PT Semen Indonesia Tbk dan berganti nama menjadi PT Solusi Bangun Indonesia. Di tahun 2021 bekerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC) Jepang pada 2021 untuk memperluas pasar ekspor semen ke sejumlah negara. Pada tahap awal melakukan ekspor ke pasar Amerika minimal 500.000 ton per tahun dan akan ditingkatkan menjadi 1 juta ton per tahun. Selanjutnya melakukan ekspor ke Filipina, Afrika dan Australia.

Odoo text and image block
Odoo image and text block

PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA

PT ITP didirikan oleh kelompok usaha Salim pada tahun 1985. Di 2016, PT Indocement Tunggal Prakarsa mulai mengoperasikan pabrik ke-14 dengan kapasitas produksi sebesar 4,4 juta ton per tahun, sehingga total kapasitas produksi PT ITP naik hinggal 25,5 juta ton per tahun. Pabrik ini menerapkan teknologi terbaru yang memiliki efisiensi energi dan dilengkapi peralatan penangkap debu dengan efisiensi terbaik.

Pada awal 2022, ITP mengakuisisi terminal semen di Samarinda yang ditujukan untuk meningkatkan pasar di Kalimantan sekaligus untuk mengantisipasi pembangunan IKN. Di pertengahan 2022, Perseroan juga memindahkan terminal semen apung dari Konawe, Sulawesi Tenggara ke Kuala Tanjung, Sumatra Utara untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas penetrasi pasar di tengah ketidakpastian ekonomi. Untuk meningkatkan penetrasi di kawasan timur Indonesia, Perseroaan menandatangani perjanjian sewa penggunaan fasilitas produksi semen milik Grup Bosowa, termasuk juga terminal semen di Banyuwangi, Makassar dan Lombok.

Akses seluruh laporan industri di sini