Industry Report

Industri Alat Berat di Indonesia 2023


Secara umum industri alat berat nasional masih menggeliat di tengah situasi pandemi yang melanda sejak 2020 lalu, dimana banyak sektor industri lainnya lesu bahkan kolaps. Industri alat berat sangat dipengaruhi oleh industri pemakai sektor pertambangan dan konstruksi. Selain sektor pertambangan dan konstruksi, permintaan alat berat juga didorong oleh sekotr perkebunan dan kehutanan.

Tren perkembangan harga komoditas tambang batubara menunjukkan perbaikan. Pada tahun 2022, harga rata-rata batubara cukup tinggi mencapai sekitar US$ 350 per ton, naik dibandingkan tahun 2021 yang mencapai US$ 215 per ton. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis alat berat. Pertumbuhan penjualan alat berat terutama didukung oleh peningkatan permintaan dari sektor pertambangan.

Sementara itu, pembangunan proyek infrastruktur yang dicanangakan pemerintah turu  meningkatkan permintaan alat berat di sektor konstruksi. Pada 2022, pemerintah menganggarkan sekitar Rp 363,8 triliun untuk pembangunan infrastruktur atau sekitar 11,8% dari alokasi APBN 2022 yang senilai Rp 3.090,7 triliun.

Beberapa alokasi belanja infrastruktur pada 2022 antara lain adalah pembangunan di bidang infrastruktur dasar seperti jalan, irigasi, listrik dan hunian. Untuk pembangunan sepanjang 295 km jalan. Selain itu, juga dialokasikan untuk pembangunan 44 unit bendungan, pembangunan jembatan 6.254 meter, jalur kereta api 6.624 km, dan bandara baru di 6 lokasi, peningkatat rasio elektrifikasi ke anga 95,1% dan pembangunan rumah susun sebanyak 5.141 unit.

Bergairahnya kembali sektor pemakai utama alat berat berdampak pada perkembangan pasar alat berat di dalam negeri. Pada tahun 2022, produksi alat berat telah mencapai 4.353 unit dan ditargetkan mencapai 10.000 unit sampai akhir 2023. Menurut jenisnya, produksi alat berat didominasi hydraulic excavator, diikuti bulldozer, dump truck dan motor grader.

Hingga kini, total kapasitas produksi alat berat di Indonesia mencapai 10.000 unit per tahun. Dengan produksi yang sebesar 8.826 unit pada 2022, maka utilisasinya mencapai 88,2%. Sehingga terdapat idle capacity 11,8%. Belum optimalnya produksi alat berat di tengah permintaan yang tinggi ini antara lain karena pasok komponen alat berat yang sebagian besar diimpor dari Jepang.

Di sisi lain, hal ini menjadikan tingkat persaingan penjualan alat berat yang sangat ketat. Persaingan dipicu oleh kebutuhan alat berat yang tinggi namun menjadi satu kondisi yang langka, sementara pemain di bisnis ini sangat banyak. Sebagai gambaran, pada 2022 penjualan alat berat mencapai 20.546 unit atau naik 39,7% dari 14.705 unit pada 2021. Smentara hingga semester 1 tahun 2023, penjualan alat berat sekitar 10.000 unit.

Dengan demikian, untuk memenuhi permintaan alat berat, maka sebagian alat berat masih diimpor baik alat berat maupun alat berat bekas. Dalam periode lima tahun terakhir impor alat berat berfluktuasi. Setelah mengalami penurunan pada 2020 hanya 123 ribu ton senilai US$ 614 juta dari tahun sebelumnya 208 ribu ton/US$1,04 miliar. Kemudian impor melonjak menjadi 595 ribu ton/US$ 2,78 miliar pada 2022 lalu. Hal ini disebabkan besarnya permintaan alat berat di dalam negeri.


Odoo image and text block

Komatsu Indonesia

Komatsu Indonesia, sebagai salah satu basis produksi Komatsu Global, memiliki beragam produk, termasuk di dalamnya fasilitas produksi yang lengkap dan terintegrasi, yaitu fasilitas produksi unit jadi hingga masing-masing komponennya.

Perusahaan ini menempati area seluas 20,26 hektar kawasan industri Cakung Cilincing (Cacing) dengan pengoperasian fasilitas manufaktur yang komprehensif dan terpadu, yang terdiri dari pabrik pengecoran, pabrik hidrolik, pabrik fabrikasi dan pabrik perakitan. Di area lainnya, terdapat pabrik Cibitung  seluas 5,94 hektar yang terdiri dari pabrik fabrikasi ukuran besar dan pabrik remanufacturing silinder hidrolik.

Setelah melalui proses pengelasan dan machining di pabrik fabrikasi, komponen-komponen frame dan attachment disalurkan ke pabrik perakitan. Pabrik perakitan Komatsu Indonesia memiliki karakter yang unik dibandingkan dengan pabrik perakitan Komatsu lainnya. Di Komatsu Indonesia, berbagai model unit diproduksi dalam satu garis panjang yang terbagi menjadi dua bagian. Unit Berukuran Sedang bergerak ke sisi kanan sedangkan Unit Berukuran Besar menuju ke sisi kiri.

Kapasitas maksimum pabrik perakitan mampu mencapai 260 unit per bulan (3.120 per tahun) untuk unit jadi ukuran sedang dan 40 unit per bulan (480 per tahun) unutk unit jadi ukuran besar. Dari semua unit yang diproduksi, sebagian besar didistribusikan kepada konsumen domestik melalui PT United Tractors dan sisanya dijual ke wilayah distribusi Asia Tenggara.


PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI)

Hitachi Construction Machinery adalah perusahaan joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Ltd of Japan, Itochu Corporation dari Jepang, PT Murinda IronSteel, PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery Singapore, Pte. Ltd. dari Singapura.

Sebagai industri alat berat di Indonesia, PT HCMI yang berdiri di kawasan seluas 25 hektare di Bekasi dan 20 hektare di Cibitung Jawa Barat, serta memiliki dua pabrik dengan total kapasitas produksi alat berat excavator mencapai 5.500 unit/tahun. Distributor produk alat berat Hitachi di Indonesia adalah Hexindo Adiperkasa.

Selain alat berat, HCMI juga memproduksi komponen alat berat. Untuk Ultra Large Size Excavator terdiri dari Track Frame, Side Frame, Main Frame, Loader Boom / Arm dan Bucket Hoe. HCMI juga memproduksi komponen untuk Rigid Dump truck Body.

Sementara itu, untuk Engineering Product meliputi Transformer Tank, Pressure Vessel. NonPressurized Tank, Steel Structure, Material handling System, Pipeline dan Crane Girder. Engineering product ini terutama digunakan oleh industri di sektor pertambangan dan migas. 


Odoo text and image block
Odoo image and text block

PT Caterpillar Indonesia

Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Caterpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari Amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Agen tunggal Caterpillar Indonesia adalah PT Trakindo Nusantara.

Secara umum produk alat berat yang dihasilka oleh Ctaerpillar sangat beragam yang terbagi dalam beberapa segmen industri, yaitu pertanian, minyak dan gas, pembongkaran, highway truck, kehutanan, trotoar, konstruksi, pipa saluran, pemerintah/pertahanan, instalasi pembangkit tenaga listrik, landscaping, quarry, agregat & semen, kelautan, rel, pertambangan, limbah.

Pabrik Caterpillar Indonesia berlokasi di Cileungsi - Bogor, Jawa Barat dan saat ini memiliki kapasitas produksi alat berat mencapai 1.440 unit pertahun.

Dalam melakukan pemasaran produknya di Indonesia, Caterpillar menunjuk agen tunggal yaitu PT Trakindo Utama untuk memasarkan berbagai produk alat berat Caterpillar mulai dari Track-Type Tractor, Wheel Dozer, Backhoe Loader hingga Off-Highway Truck, Motor Grader dan Road Reclaimer  serta spare-part pendukungnya.


PT Sumitomo S.H.I Construction Machinery Indonesia

Pada 2010, Grup Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Co. Ltd. mendirikan PT S.H.I. Construction Machinery Southeast Asia (Jakarta, Indonesia).

PT. Sumitomo S.H.I. Construction Machinery Indonesia,  memanfaatkan pengetahuan tentang produksi yang dikembangkan di pabrik Chiba yang merupakan pabrik induk, pabrik Tangshan di provinsi Hebei, Cina yang merupakan basis produksi di luar negeri pertama grup Sumitomo S.H.I Construction Machinery Co.,  Ltd.

Perusahaan ini dilengkapi fasilitas produksi terkini dan merupakan basis produksi luar negeri yang ke dua ini, mulai beroperasi pada September 2011. Saat ini, memiliki kapasitas produksi 2.000 unit pertahun. Alat berat excavator yang diproduksi selain ditujukan untuk pasar Asean, juga diekspor ke berbagai negara seperti Timur Tengah, Afrika Selatan, dan negara-negara di kawasan Samudera Hindia.

Alat berat yang diproduksi Sumitomo S.H.I Construction Machinery Indonesia meliputi excavator small, medium dan large excavator yang ditujukan untuk industri pemakai sektor konstruksi, tambang, pertanian dan kehutanan. Salah satu produk excavator Sumitomo adalah varian Macan. Selain excavator, perusahaan ini juga memproduksi alat berat asphalt paver. Sedangkan pemasaran alat beratnya didistribusikan melalui PT Oscar Mas.  

Odoo text and image block
Odoo image and text block

PT Pindad

PT Pindad, BUMN Alusista yang memproduksi berbagai peralatan tempur mengambil langkah strategis dengan memasuki industri alat berat komersial dengan meluncurkan produk excavator. Excavator yang memiliki brand Pindad ini baru diproduksi untuk 1 kelas yaitu 20 ton, yaitu Excava 200.

Untuk tahap awal, customer-customer Pindad Excava 200 ini berasal dari instansi-instansi pemerintah, seperti PPK Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA) yang memesan 500 unit dan Kementerian BUMN yang memesan 100 unit.

Dengan menggunakan kandungan lokal mencapai 60%, PT Pindad bekerja sama dengan berbagai BUMN terkait seperti PT PAL, PT Dirgantara Indonesia, PT Krakatau Steel, PT Len PT Barata Indonesia, dan PT Boma Bisma Indra. Beberapa komponen seperti engine dan perangkat kontrol elektronik yang belum diproduksi di Indonesia, masih menggunakan brand yang sudah dikenal.

Akses seluruh laporan industri di sini